MENGGAGAS EKONOMI TAHAN BANTING

Sumber : Kompas | Sabtu, 08 September 2018

MENGGAGAS EKONOMI TAHAN BANTING

Meskipun kondisi ekonomi makro Indonesia secara umum baik, tetap harus waspada karena  masih ada risiko ekonomi yang berasal dari ekstemal. Risiko ini disebabkan ketidakpastian kebijakan ekonomi global.  Akan tetapi, Indonesia perlu  untuk selalu bersikap optimistis. Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu dalam acara ”Sarasehan 100 Ekonom Indonesia” Yang diadakan Desember 2016, di Jakarta.

Presiden juga berharap masyarakat tidak terjebak pada persepsi negatif nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Menurut Presiden, nilai tukar rupiah-dollar tidak mencerminkan fundamental perekonomian nasional. Nilai ekspor Indonesia ke AS hanya berkisar 10-11 persen dari total ekspor. Presiden juga menyoroti soal birokrasi yang berbelit, yang menghambat pembangunan. Hampir 60-70 persen birokrasi habis energinya untuk mengurus SPJ. Sementara di sektor sumber daya manusia terjadi salah kaprah dalam penerapan kurikulum sekolah, yang lebih banyak mengajarkan teori dan kurang mengadakan latihan praktik.

Selain memuat pemikiran Presiden, berbagai pandangan mengenai ekonomi Indonesia ini juga dituangkan dalam sejumlah tulisan yang terhimpun dalam buku Menuju Ketangguhan Ekonomi: Sumbang Saran 100 Ekonom  Indonesia (Penerbit Buku Kompas, 2017). Sebanyak 100 ekonom, baik ilmuwan, pelaku usaha, pejabat negara, maupun perumus kebijakan, turut, menyumbang  gagasan. Dalam pembagian kelompok kerja, diskusi  ini dibagi ke dalam empat tema besar yang meliputi masalah kredibilitas fiskal, produktivitas dan daya saing, likuiditas perekonomian, dan kualitas pertumbuhan ekonomi.  (IGP/LITBANG KOMPAS)