Tjokroaminoto, Guru Para Pendidik Bangsa

Tjokroaminoto, Guru Para Pendidik Bangsa

Kisah Tjokro adalah salah satu cerita bapak Negara yang diangkat Tempo. Serial buku ini memaparkan ulang kehidupan para pahlawan tersebut. Sajian yang dipaparkan mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, kekuatan hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur.

Tjokro biasa dijuluki sebagai “Raja Tanpa Mahkota” oleh pemerintah kolonial. Dalam perjalanan hidupnya, ia lahir tahun 1882, lulus dari Sekolah OSVIA Magelang tahun 1902, pada 1903 berprofesi menjadi juru tulis di Ngawi. Sedangkan pada 1907 September pindah ke Surabaya bekerja di firma Kooy & Co, juga kursus mesin pada malam harinya dan baru bekerja di pabrik gula Regojampi setamat kursus tahun 1910.

Tahun 1912 Tjokro masuk Rekso Roemekso yang saat itu telah berganti nama Sarekat Islam yang didirikan Samanhoedi, ia mendapat kepercayaan untuk memimpin redaksi surat kabar Oetoesan Hindia. Mulai dari sini banyak waktu Tjokro yang ia habiskan untuk organisasinya. SI memiliki peran penting dalam menjadikan membesarkan nama Tjokro.

1918 Februai Tjokro membentuk Tentara Kanjdeng Nabi Muhammad, Mei ia di angkat menjadi anggota Central Sarekat Islam. 1921 Agustus mendekam di penjara hingga 1922 April lantaran dituduh terlibat kasus “afdeling B”. pada 1926 Tjokro sempat menghadiri Kongres Al-Islam di Mekah, Arab Saudi, namun setelah itu pada 1931 ia mulai sakit-sakitan dan akhirnya wafat pada 17 Desember 1934.

Tempo selalu dapat membuat bacaan tidak terasa membosankan. Buku ini terbagi menjadi beberapa subbab bukan merupakan kesatuan cerita yang utuh. Akhir kata. Selamat membaca!.