Optimisme Menyambut Revolusi Keempat

Sumber : Kompas | Sabtu, 10 November 2018 | Hal 25

Optimisme Menyambut Revolusi Keempat

Pada tahun 2016, World Economic Forum mengemukakan bahwa dunia sedang berada dalam pusaran Revolusi Industri Keempat. Sebuah masa ketika terjadi dislokasi ekonomi, perubahan cara-cara produksi, dan keuntungan ekonomi bagi mereka yang mampu memanfaatkan mesin-mesin baru bagi  ekspansi ekonomi mereka. Apabila Revolusi Industri Pertama didorong oleh penemuan mesin  tenun, yang kedua oleh mesin uap, yang ketiga oleh mesin rakitan, maka yang keempat akan didorong oleh penemuan mesin yang dapat berpikir sendiri (systems of intelligence).

Dalam buku berjudul Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mesin Melakukan  Semuanya (Elex Media Komputindo, 2018), Malcolm Frank dkk berupaya menjelaskan apa dan bagaimana Revolusi Industri Keempat yang sedang berlangsung dan dampaknya dalam kehidupan manusia, Alih-alih mereka bersikap pesimistis terhadap kehadiran mesin-mesin artificial intelligence (AI), sebaliknya mereka mengajak kita untuk optimistis dan cerdas memanfaatkan Era Mesin yang Baru ini.

Hammond, salah satu praktisi A1 terkemuka di dunia, melihat bahwa meluasnya penggunaan AI dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia, khususnya dunia kerja, tak bisa dihindari.

Tak ada yang bisa membatasi kehadiran AI meskipun disadari dampak perubahan sosial yang akan menyertainya, Inovasi telah mendorong manusia bergerak maju selama berabad-abad; meski proses inovasi selalu berantakan dan menimbulkan masalah.

Namun, kekuatannya tak bisa dihentikan. Buku ini mengajak kita berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan ketika mesin dalam banyak hal menggantikan manusia, dan mengambil alih pekerjaannya. (YKR/LITBANG KOMPAS)