Produktivitas Tanpa Batas: Bagaimana Menjadi Produktif Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dunia bergerak secara cepat. Kemungkinan di era inovasi disruptif terpelanting dari kompetisi karena lamban merespons inovasi atau menjadi “penguasa” baru. Jadi, orang bisa menjadi pecundang atau pemenang bergantung pada tingkat produktivitas keseharian.

Buku Produktivitas Tanpa Batas: Bagaimana Menjadi Produktif dalamKehidupan Sehari-hari memotivasi para pembaca. Di dalamnya terdapat berbagai jurus atau tip-tip agar bisa menjadi manusia produktif. Buku ini juga dilengkapi ilustrasi-ilustrasi cerita pengalaman seseorang yang berjiwa produktif. Hanya dengan menjadi manusia produktif, seseorang akan mencapai sukses (hal 3).

Menjadi pribadi produktif adalah kunci awal bertahan di tengah era inovasi yang disruptif ini. Mereka yang tak cepat berubah dengan usaha-usaha produktif akan tersisihkan. Manusia tak akan bisa menolak perubahan. Sikap produktif cara terbaik menghdapi perubahan (hal 25).

Sebagai contoh nyata hukum inovasi disruptif, hadirnya aplikasi online yang merambah setiap aspek kehidupan masyarakat. Bahkan pasar online mulai menggerus pasar-pasar tradisonal. Sedang aplikasi transportasi berbasis online membuat kalang-kabut transportasi konvensional. Beberapa toko dan transportasi trandisional kini berada di ujung tanduk. Bila mereka tidak berinovasi produktif dalam melayani secara baru dan cepat pada masyarakat, akan terpinggirkan.

Cara terbaik mempunyai pikiran dan mental produktif setiap hari. Pikiran dan mental produktif membutuhkan manusia keluar dari zona nyaman dengan terus menyibukkan diri pada sesuatu yang baru dalam keseharian (hal 98). Keseharian harus diisi dengan kegiatan positif produktif.

Agar produktivitas keseharian terus terpeliharan, harus terus mempunyai gairah seumur hidup. Gairah untuk hidup ibarat bensin bagi mobil. Mobil tidak akan berjalan tanpa bahan bakar. Hidup pun demikian. Produktivitas akan sulit dalam keseharian, tanpa gairah untuk hidup.

Mental produktif keseharian juga menegasikan ketakutan kegagalan-kegagalan. Ketakutan akan kegagalan hanya akan membuat orang bergerak lamban dan dunia seakan berhenti. Tiap momen pikiran dan mental harus siap menangkap peluang dan mengeksekusinya. Singkirkanlah ketakutan akan gagal agar bisa menjalani kehidupan keseharian lebih produktif.

Setelah itu, agar menjadi produktif, kita harus mengatur waktu dengan membuat rencana kerja dan daftar prioritas. Mengatur waktu dalam aktivitas keseharian menjadi kunci pribadi produktif. Waktu perlu diatur dan daftar prioritas karena manusia kadang diselimuti lupa dan faktor eksternal lainnya yang bisa mengubah rencana. Daftar prioritas menjadi pegangan untuk diselesaikan agar target tercapai.

Buku bisa menjadi pemandu untuk mengantisipasi kehidupan di era disruptif. Dengan penjelasan yang bernas disisipi kisah-kisah orang yang mampu hidup produktif, buku ini menjadi penuntun agar pembaca mampu menjemput kehidupan yang produktif di era disruptif. 

Diresensi Fitri Wijayanti, Alumna Fakultas Ilmu Budaya Universitas GajahMada

sumber: http://www.koran-jakarta.com/menjadi-produktif-di-era-inovasi-disruptif/