Pak Ci, Pengusaha Sejati

Kompas | Sabtu, 11 Agustus 2018

Pak Ci, Pengusaha Sejati

Semua bermula dari impian Tjin, anak desa yang hidup di pelosok Sulawesi Utara. Kegetiran hidup semasa kecil menjadikan ia pemimpi tangguh. Kegemarannya memperhatikan bangunan-bangunan dikampungnya menjadikan ia bercita-cita menjadi arsitek. Ke Bandung, tepatnya ITB, ia memulai perjalanan meraih mimpi.

Lulus dari ITB, kampus yang sama dengan Bung karno, Tjin pun mewarisi semangat si Bung, ingin membangun negeri. Ciputra, demikian ia kini dikenal, percaya kekuatan mimipi. Ingin segera berbuat untuk negeri, modal Ciputra hanya nekat. Tujuan pertaman adalah Jakarta.nyaris setiap hari dia menyambangi kantor Soemarno, gubernur Jakarta, berharap dapat bertemu dan menyampaikan gagasannya tentang pembangunan Jakarta.

Ciputra ditantang Soemarno membenahi kawasan Senen yang kumuh, tanpa dukungan dana. Tidak tanggung-tanggung, ia beserta timnya harus mempersentasikan konsepnya tentang pembangunan proyek Senen di hadapan Presiden Soekarno! Ciputra sampai ingin menangis saking bersyukurnya. Mereka, Ciputra dan sahabatnya, Budi Brasali dab Ismali Sofjan, baru saja lulus tetapi sudah mendapatkan kepercayaan besar.

Setelah proyek Senen, proyek-proyek besar lain segera menyusul. Ia membangun kawasan rekreasi Ancol dan Dufan, kota satelit Bintaro, dan banyak kawasan perumahan besar lainnya. Tidak hanya di Tanah Air, proyeknya menyebar hingga ke negara manca. Ia dikenal sebagai tokoh pengembang papan atas. Kisah perjalan hidup Ciputra yang penuh warna dan sarat dengan filosofi hidup dapat dinikmati dalam buku Ciputra, The Entrepreneur: The Passion of My My Life yang di tulis Alberthiene Endah ( Gramedia Pustaka Utama, 2018 ).