PERTIMBANGAN SEBELUM MEMBERIKAN “SMARTWATCH” PADA ANAK

Sumber: Kompas | Senin, 08 Juli 2019 | Hal 10

PERTIMBANGAN SEBELUM MEMBERIKAN “SMARTWATCH”  PADA ANAK

JAM tangan pintar (SMARTWATCH) untuk anak saat ini sedang ramai dibicarakan. Tidak hanya karena warnanya yang menarik, tetapi juga fungsinya yang sangat memudahkan komunikasi orangtua dan anak. Jam tangan pintar anak ini punya fitur, seperti telepon suara, video call, hingga GPS untuk memantau lokasi si buah hati. Jam tangan ini punya kemampuan tahan air. Tentu saja kelebihan-kelebihan itu ditebus dengan harga yang tidak murah untuk ukuran jam tangan anak. Di pasar, jam tangan anak ini punya banderol antara Rp 1juta sampai RP 3 juta. Berikut ini, beberapa hal yang  harus diperhatikan sebelum membeli jam tangan pintar untuk anak ini.

Jangan ikuti tren

Jangan kalah dnegan rengekan anak. Biasanya anak hanya ikut-ikutan teman sekolahnya. Justru ini menjadi kesempatan orangtua untuk mengajarkan tentang delayed gratification, yaitu kemampuan untuk menahan diri demi mendapatkan kepuasan sekarang juga. Jadi, jangan sampai orangtua dan anak menjadi pribadi yang implutif, membeli hanya untuk mengikuti tren.

Memperhatikan kebutuhan

Tanya kepada diri sendiri, apakah komukasi dengan anak memang harus intens atau Anda memang sulit untuk berkomunikasi karena jarak atau jadwal kerja yang padat. Jika jawabannya ya, berarti memang membelikan alat ini menjadi tepat.  Namun, Anda tetap harus membatasi penggunaannya dengan mengajari si kecil agar bisa memakainya dengan benar.

Menyesuaikan dengan umur

Jam tangan pintar anak memang menargetkan pangsa pasar hingga anak berumur SD. Sebab.semakin kecil umur si anak, kebutuhan bermain dan interaksinya sangatlah banyak. Selain itu, sebaiknya smartwatch anak ini diberikan untuk anak sekitar umur 8-11 tahun. Hal ini karena pada umur tersebut, anak sudah mampu belajar untuk menjaga barang pribadinya. Sebagai orangtua, tidak ingin jam tangan pintar anak yang mahal itu rusak dalam hitungan minggu, kan?