MEDIA SOSIAL BISA MENAMATKAN KARIER

Sumber: Kompas| Kamis, 22 Desember 2016

MEDIA SOSIAL BISA MENAMATKAN KARIER

Euforia kebebasan berbícara di dunia maya sedang tinggi di Indonesia. Pengguna akun merasa bisa menumpahkan isi hatinya di media sosial. Sayangnya, curahan hati yang ditumpahkan itu terkadang tidak disaring.Tidak hanya umpatan yang sering dikeluarkan, tetapi juga rahasia perusahaan terkadang diberi tahu. Hal ini bisa membahayakan karier, bahkan jiwa.

BEBERAPA waktu Ialu di Amerika Serikat, ada pekerja penitipan anak mengunggah foto seorang anak dengan kutipan "aku muak dengan ini". Hasilnya, ternyata foto itu tersebar hingga si ibu anak tersebut mengetahuinya dan mengajukan protes. Pekerja itu pun dipecat.

Kasus lainnya, ada seseorang yang mengemukakan ketidaksukaannya dengan pemerintah daerah. Hasilnya, dia dibawa ke pengadilan dengan tuduhan menghina institusi dan perangkat negara.

Kita sering kali dengan emosi tinggi mengunggah status dengan umpatan dan sindiran terhadap sistem kerja kantor atau bahkan pimpinan. Hal tersebut harus sangat dihindari. Dulu mungkin belum ada sanksi karena media sosial belum terlalu dipakai orang banyak dan penegakan hukumnya masih ionggar.

Kini, setiap orang sudah menggunakan media sosial dan undang-undang yang mengatur kebebasan seseorang menggunakan media sosial pun sudah resmi diterbitkan. Alih-alih inginmenumpahkan kekesalan, Anda malah bisa masuk bui karena dituntut menghina atau menyebarkan fitnah. Oleh karena itu, cobalah untuk berhati-hati saat bermedia sosial.

Walaupun tidak berteman dengan pimpinan. bisa saja seseorang melaporkannya ke pihak terkait. Saat ini, media sosial Anda menjadi tolok ukur pemantauan para HRD di perusahaan. Oleh karena itu, sebaiknya waspadai penggunaah media sosial Anda.,

Jangan mengunggah hal-hal yang ilegal, baik itu sekadar status maupun foto. Misalnya, melanggar peraturan, minum-minuman keras, atau malah mengunggah napza. lika itu di- lakukan dan diketahui kantor. siap-siaplah mengemasi barang-barang Anda di kantor.

Jangan mengunggah hal-hal yang berbau SARA. Hal ini menjadi sangat sensitive belakangan ini. Sebuah perusahaan tentu tidak ingin memiliki seseorang yang memiliki sifat diskriminasi. Selain mengganggu kehidupan sosial kantor. orang seperti itu akan mengganggu bisnis perusahaan secara tidak langsung ( VTO)