BIKIN DIY CARA KREATIF UNTUK KURANGI STRES

Membuat swakriya atau benda-benda do it yourself (DIY) ternyata berkontribusi untuk kesehatan mental. Kegiatan ini dapat meringankan depresi dan gangguan kecemasan.

ADA banyak riset yang menunjukkan, berkreasi membuat prakarya akan memunculkan perasaan yang lebih positif. Sebuah studi dengan 3.500 responden perajut mengatakan, lebih dari 80 persen perajut dengan depresi menjadi lebih gembira setelah merajut. Hasil yang sama juga ditemukan pada jenis swakriya lain seperti membuat gerabah dan makrame.

Toni D Kim, psikoterapis berlisensi di New York, menjelaskan bahwa Gerakan repetitive pada merajut arau membuat kerajinan gerabah memicu respons relaksasi pada tubuh. Ini akan menurunkan rekanan darah, denyut jantung, atau ketegangan otot. Gerakan repetitif ini juga menurunkan frekuensi gelombang otak, efek yang sama, dengan ketika kita bermeditasi.

We Are Knitters, perusahaan yang menjual karya-karya rajut dan alat-alat untuk merajut, melaporkan mereka kerap menerima pesan berisi respons positif di Instagram. Orang-orang yang mulai merajut menjadikannya kegiatan untuk melepas stres. Merajut, mereka, adalah momen untuk terlepas dari media sosial, intemet, dan gawai.

Membuat prakarya, menjahit, atau membuat perabot atau aksesori sederhana adalah bentuk terapi yang sangat efektif. Kegiatan-kegiatan itu mengombinasikan kreativitas, strategi untuk perencanaan, kegiatan mengukur, ketelitian memotong, dan sebagainya. Sambil berpikir kreatif kita sekaligus berfokus pada satu hal khusus.

Kenapa kreadvitas bisa menurunkan stres? Karena ketika berkreasi, otak melepaskan dopamin, antidepresan alami. Selain itu, berfokus pada satu hal berarti juga mengendalikan pikiran kita dan mencegahnya untuk mengkhawatirkan hal-hal Iain yang kurang esensial atau menimbulkan kecemasan.

Tentu, membuat prakarya bukan satu-satunya aktivitas yang memberikan dampak positif itu. Ilmuwan saraf mengatakan, segala bentuk kreativitas yang dikerjakan dengan tangan, entah itu menggambar, mendekorasi kue, bermain musik, memasak, ataupun mengisi teka-teki silang sama bermanfaatnya.

Nah, masa-masa pembatasan jarak sosial (physical distancing) ini rasa-rasanya menjadi momen yang pas untuk menyalurkan bentuk-bentuk kreativitas kita. Dengan berada di rumah, kita bisa fokus melakukan hal-hal yang tertunda atan hal-hal baru yang ingin kita jajal.