Belajar Melalui Buku, Selamat Datang di Juarabuku Online Shop

Mahfud MD : Hakim Mbeling

Stok Tersedia

Rp 60.350,00

Tanggal Terbit : 01 Jul 2014
Penerbit :

Katalog Terkait


Judul: Mahfud MD: Hakim Mbeling
Penulis: Ariyanto
Penerbit: Konpres

"Anta majnun ya Muhammad (kamu gila Muhammad)," hardik kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad SAW yang ingin 

mengubah masyarakat jahiliyah penuh kegelapan menjadi masyarakat yang disinari terang oleh wahyu Ilahi, minal 

dzulumati ila alnuur.

Tapi Muhammad tidak galau, meski dituding gila. Sebab, manusia pilihan itu tahu bahwa merekalah yang gila. Firman 

Allah, Maa anta bini'mati robbika bimajnun (berkat nikmat Tuhanmu engkau sekali-kali bukanlah orang gila). Itu 

sebabnya, beliau tak surut sama sekali dalam menyebarkan ajaran islam, meski berbagai resiko menghadang.

Barangkali, inilah yang ingin diteladani oleh Mahfud MD. Dia tetap istiqamah (konsisten) menyuarakan keadilan, 

kebenaran, dan antikorupsi. Dia bukanlah sekilat petir, yang muncul mengilat untuk kemudian padam dan kembali 

gelap. Andaikata Mahfud disebut gila, maka kegilaannya itu dalam menegakkan kebenaran tadi. Ya, kecintaannya 

kepad jkeadilan, dan penegakkan hukum, melebihi cintanya Majnun kepada Layla, yang digambarkan dalam novel The 

Story of Layla and Majnun karya Nizami Ganjavi yang cintanya benar-benar seperti orang dimabuk kepayang.

Konsistensi dalam prinsip, kesederhanaan, kejujuran, dan keadilan yang lebih subtansial, Mahfud layak diberikan 

julukan hakim mbeling. Mbeling-nya Mahfud bukan dalam arti negatif, tetapi dilakukan dengan kesadaran nalar, 

penuh keberanian dan tanggung jawab. Inilah kenapa Mahfud kadng dianggap melanggar kemapanan, kelaziman dan 

aturan prosedural. Banyaknya telunjuk menuding-nuding Mahfud mencari sensasi, sekedar pencitraan, berambisi untuk 

2014, semuanya tidak menghentikan Mahfud menyuarakan kebenaran dan menghentikan langkahnya menegakkan keadilan. 

Semua kritik yang tidak subtansial tidak diambil pusing olehnya.

Mahfud sendiri tumbuh seperti bunga yang dirawat dengan seksama oleh kedua orang tuanya di taman masa kanak-kanak 

yang penuh nuansa religius dan kebijaksanaan. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil, tumbuh dewasa di 

Yogyakarta, dan persinggungannya di dunia politik dan hukum membentuk kesadarannya bahwa keadilan dan kebenaran 

harus diperjuangkan dan tidak menunggu datangnya kehancuran. 

Ariyanto

Silahkan Tulis Review Anda Dibawah Ini

Bagaimana Anda menilai produk ini? *

1 * 2 * 3 * 4 * 5 *