Belajar Melalui Buku, Selamat Datang di Juarabuku Online Shop

Farm Big Book: Budi Daya Komoditas Perikanan Laut Unggulan, Populer, Prospektif

Stok Tersedia

Rp 375.000,00

Rp 337.500,00

Tanggal Terbit : 04 Dec 2018
Penerbit : AndiOffset

Judul:Farm Big Book: Budi Daya Komoditas Perikanan Laut Unggulan, Populer, Prospektif
Penulis:M. Ghufran H. Kordi K
Penerbit:Andi Publisher

Deskripsi:

Potensi produksi akuakultur atau budi daya perairan Indonesia diperkirakan mencapai 57,7 juta ton/tahun, yang terdiri dari budi daya laut atau marikultur (mariculture/marine aquaculture) yang mempunyai potensi produksi tertinggi sebesar 47 juta ton/tahun, sedangkan budi daya tambak atau air payau (brackishwater aquaculture) dan budi daya air tawar (freshwater aquaculture) masing-masing sebesar 5 juta ton/tahun dan 5,7 juta ton/tahun.

Tahun 2016 produksi akuakultur Indonesia baru mencapi 19,4 juta ton. Angka tersebut masih sangat rendah. Apalagi produksi akuakultur Indonesia didominasi oleh rumput laut, yang mencapai 57%. 

Dari sisi produktivitas, petani ikan atau pembudidaya di Indonesia masih rendah. Produktivitas pembudidaya Indonesia baru mencapai 5,52 ton/orang/tahun, sedangkan pembudidaya Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok) telah mencapai 10,83 ton/orang/tahun. Sementara produktivitas pembudidaya di negara-negara Eropa telah mencapai 27,8 ton/orang/tahun, pembudidaya di negara-negara Oceania sebesar 32,7 ton/orang/tahun, dan pembudidaya di negara-negara Amerika Utara sudah mencapai 59,3 ton/orang/tahun.

Peningkatan produktivitas petani ikan atau pembudidaya akan berdampak langsung pada peningkatan produksi akuakultur. Penyediaan informasi mengenai teknologi budi daya komoditas perikanan laut adalah bagian dari peningkatan produktivitas petani ikan untuk peningkatan produksi akuakultur.

Sebanyak 39 komoditas perikanan laut disajikan di dalam buku ini, meliputi pasar, biologi, pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Komoditas dimaksud adalah abalon, badut, bandeng, bakau, bawal bintang, beronang, bobara, karang, kakap putih, kakap mata kucing, kakap jenaha, kakap merah, kakap tambak, kepiting bakau, kerang hijau, kerapu batik, kerapu bebek, kerapu cantang, kerapu cantik, kerapu kertang, kerapu lumpur, kerapu macan, kerapu sunu, kima, kobia, kuda laut, lobster, napoleon, penyu, rajungan, rumput laut, sotong, teripang, tiram bakau, tiram mutiara, tuna, udang windu, udang vanname, dan lambouh.(***)

Tahun 2016 produksi akuakultur Indonesia baru mencapi 19,4 juta ton. Angka tersebut masih sangat rendah. Apalagi produksi akuakultur Indonesia didominasi oleh rumput laut, yang mencapai 57%. 

Dari sisi produktivitas, petani ikan atau pembudidaya di Indonesia masih rendah. Produktivitas pembudidaya Indonesia baru mencapai 5,52 ton/orang/tahun, sedangkan pembudidaya Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok) telah mencapai 10,83 ton/orang/tahun. Sementara produktivitas pembudidaya di negara-negara Eropa telah mencapai 27,8 ton/orang/tahun, pembudidaya di negara-negara Oceania sebesar 32,7 ton/orang/tahun, dan pembudidaya di negara-negara Amerika Utara sudah mencapai 59,3 ton/orang/tahun.

Peningkatan produktivitas petani ikan atau pembudidaya akan berdampak langsung pada peningkatan produksi akuakultur. Penyediaan informasi mengenai teknologi budi daya komoditas perikanan laut adalah bagian dari peningkatan produktivitas petani ikan untuk peningkatan produksi akuakultur.

Sebanyak 39 komoditas perikanan laut disajikan di dalam buku ini, meliputi pasar, biologi, pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Komoditas dimaksud adalah abalon, badut, bandeng, bakau, bawal bintang, beronang, bobara, karang, kakap putih, kakap mata kucing, kakap jenaha, kakap merah, kakap tambak, kepiting bakau, kerang hijau, kerapu batik, kerapu bebek, kerapu cantang, kerapu cantik, kerapu kertang, kerapu lumpur, kerapu macan, kerapu sunu, kima, kobia, kuda laut, lobster, napoleon, penyu, rajungan, rumput laut, sotong, teripang, tiram bakau, tiram mutiara, tuna, udang windu, udang vanname, dan lambouh.

Silahkan Tulis Review Anda Dibawah Ini

Bagaimana Anda menilai produk ini? *

1 * 2 * 3 * 4 * 5 *