Kuncinya, ’’ Disiplin Eksekusi “

Sumber: Kompas | Sabtu, 8 April 2017 | Hal 24

Kuncinya, ’’ Disiplin Eksekusi “

Strategi dan perencanaan, sehebat apa pun itu tak akan mengubah-apa-apa. Keyakinan ini terpatri kuat dalam diri Zulkifli Zaini. Sepanjang kariernya lebih dari 35 tahun hingga dipercaya menjadi orang nomor satu di Bank Mandiri, Zulkifli menyadari bahwa eksekusilah yang mampu mengubah bisnis menjadi lebih baik.

OLEH FIRDANIANTY

 Sekalipun piawai dalam membuat strategi dan rencana bisnis, kepemimpinan yang sukses adalah yang fokus pada eksekusi. ”Strategi dan perencanaan yang solid mungkin hanya menyumbang  10 persen kepada keberhasilan kita, sernentara sisanya merupakan kontribusi dari eksekusi,” katanya menegaskan (hal xxii).

Melalui buku ini, Zulkifli berupaya membagikan tacit knowledge (pengetahuan tacit) yang ia kumpulkan selama puluhan tahun, Pengetahuan tacit tersebut terbentuk dari pengalaman panjang Zulkifli dalam memimpin berbagai posisi di Bank Mandiri.

Terdiri atas 60 bab, itulisan terangkum ke dalam enam topik bahasan, yaitu praktik kepemimpinan, mengelola human capital membangun budaya, strategi untuk nienang, disiplin eksekusi, dan sukses berkesinambungan. Bagian terpenting dari buku ini adalah yang berhubungan dengan disiplin eksekusi. Untuk mencapai tujuan organisasi dibutuhkan eksekusi  yang baik dari rencana yang telah disusun  dan ditetapkan. Sebagian rencana bisa saja gagal dijalankan karena ada execution gap (kesenjangan eksekusi).

Mengapa eksekusi gagal? Kebanyakan orang hanya berfokus dan menghabiskan waktu dan energi untuk membuat perencanaan, tetapi mengeksekusinya dengan buruk Akhirnya, rencana tersebut tidak mengubah apa-apa. Tak ingin terjebak dalam eksekusi yang buruk, Zulkifli menerapkan metode ”disiplin eksekusi” yang dilaksanakan dalam koridor end-to-end proses manajemen Strategis secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, monitoring, dan evaluasi.

Penyusunan perencanaan di Bank Mandiri terbagi menjadi tiga aktivitas utama, yaitu: penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), penyusunan strategy map, dan penyusunan key perfomance indicator (KPI). Tahap monitoring terdiri dari on desk review, penyelenggaraan forum performance review, dan audit performance.

Terakhir adalah tahap evaluasi yang menyangkut penilaian kinerja unit kerja. Semua tahapan tersebut secara praktis" dan teknis diimplementasikan dalam berbagai proyek atau program perusahaan. Agar proyek tersebut  berjalan dengan efektif dan optimal, dibutuhkan pengelolaan yang andal.

Biaya, waktu, dan kualitas

Di buku ini, Zulkitli memaparkan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan manajemen proyek yang baik dan andal. Pertama, berkaitan dengan harga (biaya) proyek yang akan dijalankan. Semakin besar harga yang harus dibayar perusahaan, pertimbangannya akan semakin besar pula. Proyek berbiaya rendah tetapi memiliki keluaran yang besar dapat dipastikan akan segera dieksekusi. Namun, besar atau

kecilnya harga yang dibayarkan perusahaan sangat relatif, bergantung pada keluaran yang dihasilkan. 

Kedua adalah Waktu. Kecepatan dan ketepatan Waktu pelaksanaan proyek menjadi variabel yang penting dalam proses eksekusi. Proyek yang lama Waktu pengerjaannya dan tertunda akan menjadi hambatan bagi perusa haan  untuk mengeksekusi proyek- proyek lain. Dalam hal ini, kerangka Waktu' yang akurat memiliki peranan penting dalam memandu dan mengontrol tahapan-tahapan proyek yang di jalankan.

Ketiga dan tak kalah penting adalah kualitas. Suatu proyek yang berkualitas dapat dilihat dari proses pengerjaan dan hasil yang baik sesuai dengan perencanaannya. Kualitas proyek juga dapat diukur dari tingkat kepuasan dan umpan balik yang positif, baik di internal tim, perusahaan, maupun stakeholder yang bersangkutan. Ketiga hal itu, harga (biaya), Waktu, dan kualitas, bisa di katakan sangat mewarnai cara Zulkifli mengeksekusi sesuatu.

Salah satu disiplin eksekusi yang dianggap penting di Bank Mandiri adalah the 4 disciplines of execution atau di singkat 4DX, yang diperkenalkan konsultan manajemen FranklinCovey Penerapan 4DX dibahas secara khusus di Bab 42 ( Disiplin Exsekusi dengan 4DX).  Keempat disiplin eksekusi tersebut, yaitu: widely important goals (VVIG), lead measures scoreboard, dan akuntabilitas.

WIG merupakan target-target yang telah ditetapkan dan harus dipenuhi karena akan berdampak terhadap pencapaian perusahaan. Yang dimaksud lead measures adalah indikator yang dapat meramalkan potensi keberhasilan pencapaian sasaran suatu perusahaan. Disiplin ketiga menggmaakan pengukur pencapaian (scoreboard) yang akurat dan , diperbarui secara berkala. Penggunaan scoreboard dimaksudkan untuk memberikan informasi secara update kepada karyawan demi mengetahui tingkat kelnajuan dari setiap pencapaian target mereka. Disiplin eksekusi yang terakhir adalah kejelasan akuntabilitas dari pencapaian sasaran.

Dua cara yang dianggap efektif untuk menjaga akuntabilitas dan konsistensi dalam mencapai sasaran, yaitu pertama, dengan memaksimalkan waktu untuk fokus mengerjakan target-target (WIG), cara kedua adalah melakukan. Sesi mingguan rutin untuk mempertanggungjawabkan akuntabilitas.

Dalam bukunya yang Sangat terkenal  The 4 Disciplines of Execution, Chris McChesney, Sean Covey, dan Jim Huling mengatakan bahwa seorang pemimpin dapat memengaruhi dua hal utama terhadap hasil, yakni strategi (rencana)  dan kemampuan mengeksekusi strategi tersebut. Dari dua hal itu, eksekusi adalah yan paling sulit di laksanakan.

Dugaan utama di balik hambatan eksekusi adalah ketidakjelasan tujuan. Kebanyakan orang memahami sasaran yang harus mereka eksekusi. Survei yang dilakukan FranklinCovey menemukan bahwa hanya 1 diantara 7 karyawan yang bisa menyebutkan salah satu sasaran paling penting dari organisasi mereka. Bagaimana di Bank Mandiri? Zulkifli memastikan bahwa seluruh karyawan memahami apa yang menjadi target-target itu. Salah satu hal yang tak boleh di lewatkan, organisasi tidak akan mampu melakukan eksekusi kecuali memiliki orang-orang yang tepat.

Mengingat penulisnya adalah seorang praktisi tulen, buku ini terasa jauh dari teori-teori manajemen dan bisnis pada umumnya. Barang kali, Zulkifli tidak memandang penting toeri asalkan tujuan organisasi dapat dicapai. Kepemimpinan tanpa disiplin eksekusi, dikatakan Larry Bossidy dan Ram Charan,penulis buku terlaris versi New York Times: Execution, tidak akan efektif. Tanpa kemampuan eksekusi, semua atribut kepemimpinan tidak berarti apa-apa.

 

FIRDANIANTY

Mantan Wartawan Majalah Swa dan Majalah Human Capital