Menghadirkan Gereja Kaum Miskin

Sumber: Kompas | Sabtu, 11 Februari 2017

Menghadirkan Gereja Kaum Miskin

Teologi Pembebasan Gustavo Gutierrez lahir dan berkembang dalam konteks adanya keterasingan Gereja Katolik dari dtmia nyata Amerika Latin. Umat Kristiani juga merasakan ada jarak besar yang memisahkan Gereja dari Injil. Banyak pihak merasa struktur Gereja yang ada tidak memadai lagi untuk hidup dalam dunia Amerika Latin yang didera kemikinan masif dan penindasan. Ada dimensi struktural yang menjerat Amerika Latin, yaitu sistem politik yang represif, dan  sistem ekonomi yang eksploitatif dan sistem kebudayaan yang dominatif.

Bagi Gustavo Gutierrez, teologi adalah refleksi kritis atas praksis historis dalam terang sabda Allah dan perlu melibatkan diri di tengah sejarah. Dalam konteks Amerika Latin, keterlibatan itu menyata dalam perjuangan mewujudkan kehadiran Kerajaan Allah dalam sejarah kemiskinan dan penindasan. Realitas kemiskinan tak hanya dipandang sebagai situasi ketidakadilan sosial, tetapi juga situasi penuh dosa yang berlawanan dengan tugas perutusan Gereja.

Masalah utama dalam teologi Gutierrez adalah bagaimana Gereja mewujudkan diri dalam menghadirkan karya pembebasan Kristus di tengah-tengah sejarah kerniskinan dan penindasan. Dua hal penting yang dibutuhkan untuk menghadirkan Gereja yang membebaskan adalah analisis sosial ilmiah yang tajam mengupas akar-akar ketidakadilan, dan refleksi teologis sistematis. Buku karya Martin Chen Pr berjudul Teologi Gustavo Gutierrez: Refleksi dari Praksis Kaum Miskin (Penerbit Kanisius, 2002) suatu upaya mengantar pembaca untuk memahami refleksi teologis Gustavo Gutierrez tersebut dan menimba inspirasi bagi Gereja lokal. (YKR/LITBANG ”KOMPAS")