Memerangi Korupsi, Menjaga Uang Rakyat

Sumber: Kompas | Sabtu, 27 januari 2018

Memerangi Korupsi, Menjaga Uang Rakyat

Korupsi terus merajalela. Anggaran negara yang harusnya untuk kesejahteraan bersama kerap dikorupsi oknum aparat yang tidak bertanggungjawab. Di sektor pendidikan, misalnya, ICW pernah melansir data sepanjang 2006-2015 nilai kerugian negara mencapai Rp 1,3 triliun. Itu beium di sektor Iain. Sejumlah aparat terus kedapatan korupsi dan ditangkap KPK. Namun, di tengah kondisi suram itu masih ada para pelayan rakyat yang antikorupsi dan berani bekerja dengan menjaga integritasnya.

Dalam buku yang berjudul Empat Pengawal Uang Rakyat (Kepustakaan Populer Gramedia, 2017) ini, Ahmad Arif dan Farida Indriastuti berkisah tentang empat tokoh yang dipilih Perkumpulan BHACA (Bung Hatta Anti-Corruption Award) karena dinilai berkontribusi signifikan dalam melawan korupsi.

Empat tokoh itu Tri Rismaharini, Yoyok Riyo Sudibyo, Nur Pamudji, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Risma, Yoyok, dan Ahok merupakan kepala daerah yang melakukan terobosan pencegahan korupsi di dalam pengelolaan anggaran daerah. Merekamenciptakan sistem agar anggaran selalu transparan, dapat dipertanggungjawabkan, efisien, dan tepat sasaran. Risma, misalnya, menggagas e-procurement atau lelang elektronik, begitu pun Ahok dengan e-budgeting-nya. Adapun Yoyok mengadakan Festival Anggaran.

Pengawasan anggaran juga dilakukau oleh Nur Pamudj i di PLN ketika dirinya menjabat sebagai direktur utama. Nur fokus pada pengadaan tender proyek di PLN yang diduga sarat korupsi. Dirinya menginisiasi program ”PLN Bersih: No Suap” dan menggandeng Transparency International Indonesia untuk mereformasi BUMN ini. Selalu ada harapan. (AFN)