Mengenal MBS Bangau Putih

Sumber : Kompas | Sabtu, 15 April 2017

Mengenal MBS Bangau Putih

Umumnya, orang berlatih silat karena ingin memiliki kemampuan bela diri, untuk itu orang rela berlatih olah tubuh dan menempa mental sebagai pesilat. Begitu pula dengan mereka yang berlatih silat di Persatuan gerak badan (PGB) bangau Putih. Berbagai macam latihan olah tubuh atau teknik bela diri dilakukan di perguruan silat ini. Uniknya selain latihan keterampilan, latihan jalan pendek, latihan jalan panjang, latihan teknik, dan latihan lainnya, juga ada latihan secara berpasangan atau tui cu.

Tui cu tidak hanya berlatih gerak badan dan pikiran, akan tetapi juga spirit. Dalam latihan tui cu ini, pikiran dan ambisimenjatuhkan lawan harus dilepaskan. Justru ketika pikiran lepas, ambisi hilang, lawan terjatuh.

Paradoks ini membedakan silat PGB Bangau Putih dengan bela diri lainnya, yang menanamkan ambisi untuk menjatuhkan lawan dengan berbagai teknik benturan.

Latihan berpasangan atau tui cu ini merupakan salah satu latihan gerak badan dalam program “MBS” singkatan dari Mind Body Spirit ( Sam Po Kun). MBS tak hanya sekadar latihan bela diri, lebih dari itu melatih kesadaran atas diri kita, atas ruang dan waktu. Kesadaran atas adanya unsur tubuh (body) dan pikiran (mind), yang secara sistematik bisa dimanfaatkan dalam bersilat. Aspek lainnya adalah spirit, semacam daya, kehendak, semangat atau niat ingsun dalam bahasa Jawa.

Bre Redana membagikan catatannya tentang MBS bersadarkan pengalamanna berlatih dan berdiskusi bersama sang Guru Besar PGB Bangau Putih dalam bukunya Mind Body Spirit: Aku Bersilat, Aku Ada. Guru Besar Bersatuan Gerak Badan Bangau Putih Gunawan Rahardja (Penerbit Buku Kompas,2013 ). (YKR/LITBANG KOMPAS).