Memahami Kontestasi Identitas Etnik Gumay

Sumber: Kompas | Sabtu, 25 November 2017

 

Memahami Kontestasi  Identitas Etnik Gumay

Orang Gumay merupakan salah satu kelompok penutur bahasa Melayu di dataran tinggi Sumatera Selatan/yang kurang dikenal di masyarakat. Mereka berdiam tak jauh dari Kota Lahat (sekitar 200 kilometer dari Palembang). Orang Gumay memiliki mata pencarian bercocok tanam, terutama kopi dan karet.

Dalam kehidupan tradisional Orang Gumay, konstruksi sosial mengenai asal-usul merupakan dasar adat istiadat mereka. Pengetahuan adat mengenai genealogi (silsilah) para leluhur hal terpenting, yang diwariskan turun-temurun melalui para pemangku adat. Namun, berdasarkan penelitian etnografi Minako Sakai, lebih dari 20 tahun di lingkungan masyarakat Gumay Talang proses pewarisan pengetahuan asal-usul Orang Gumay mengalami tantangan dari pengaruh proses Islamisasi di Indonesia, terutama dari kalangan Islam pembaru.

Dalam buku Kacang Tidak Lupa Kulitnya: Identitas Gumay Islam, dan Merantau di  Sumatra Selatan (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017), Minako mengungkapkan bahwa  pengaruh Gerakan Islam reformis secara signifikan memasuki Wilayah Sumatera, terutama setelah keberhasilan tanaman kopi dan karet, yang membuat para petani kaya lokal berangkat naik haji ke Mekkah. Pengaruh Islam reformis yang berkembang di Mekkah pada awal abad ke-20 terbawa ke dataran tinggi Sumatera Selatan. Kebiasaan ritual tradisi diganti dengan Cara Islami, yang tidak bertentangan dengan tafsiran Islam reformis. Minako meneliti proses dan malina kontestasi identitas Orang Gumay seiring kuatnya pengaruh Islamisasi dan urbanisasi, serta menganalisis struktur sosial yang terkait konsep asal-usul Melayu dataran tinggi yang belum  banyak dipahami orang. (YKR/LITBANG KOMPAS)