Membangun Silicon Valley Mindset Indonesia

Sumber: Kompas | Sabtu, 21 Januari 2017

 

Membangun Silicon Valley Mindset Indonesia

Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, perubahan sosial ekonomi masyarakat dunia berlangsung jauh lebih cepat dan berlangsung serentak secara global. Jika pada abad ke-20 era informasi hadir menggantikan era industri manufaktur, sekarang dunia memasuki era konseptual atau era ekonomi Kreatif. Era yang ditandai oleh cara berpikir dengan konsep tinggi (high think), teknologi tinggi (high tech), tetapi menyentuh hati (high touch). Era yang mengandalkan telmologi data atau big data untuk membaca dan mengenali pola, konteks, dan perilaku. Persaingan ekonomi ke depan adalah pada industri. Zaman ini tidak lagi membutuhkan labor intensive atau penyerapan tenaga kelja yang banyak seperti pada masa industri manufaktur. Mengutip pandangan Daniel H Pink, Indra Utoyo dalam bukunya Silicon Valley Mindset- Membangun Ekonomi Start Membangun Ekosistem Startup Digital Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 2016) Menulis bahwa akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan kemakmuran; peradaban dunia tengah mengarah ke konseptual. Ekonomi tak bergerak karena sektor energi, modal, atau tenaga kerja, tetapi karena ide, konsep, kreativitas, dan inovasi. Fenomena transforrnasi ekonomi ini juga berlangsung di Indonesia. Agar Indonesia memiliki kemampuan bersaing, Indra Utoyo berpendapat bahwa pengembangan industri kreatif digital di Tanah Air butuh ”jembatan” ke Silicon Valley. Tujuannya untuk menciptakan pola pikir global, pengayaan pengetahuan terkait inovasi terkini. PT Telkom Indonesia sebagai salah satu BUMN akan menjadi jembatan bagi para startup digital dan Silicon Valley (YKR/LITBANG KOMPAS)