Lincah Merespons Perubahan

Sumber: Kompas | Sabtu, 08 April 2017

Lincah Merespons Perubahan

Di tengah perubahan yang cepat seperti sekarang, bagi sebuah organisasi, bisnis tidak cukup hanya bermodalkankepemimpinan, tetapi dibutuhkan juga agility, ketangkasan. Oleh karena sudah terjadi pergeseran  paradigma dalam dunia bisnis, semula yang besar memangsa yang kecil, kini siapa yang cepat akan memangsa yang lambat.

Seperti di semua organisasi, selalu ada anggota tim yang lamban dan karyawan yang berjiwa penumpang Paduan ancara kepemimpinan dan agility diharapkan mengubah seluruh tim  menjadi lebih lincah dan gesit.  Nah, tantagannya, menurut Rhenald Kasali dalam Agility: Bukan Singa yang Mengembik (Gramedia Pustaka Utama. 2014), bagaimana ”agar singa dapat mengajak anggotanya  yang keledai atau kambing ikut mengaum”.

Mengambil contoh transformasi yang terjadi di PT Angkasa Pura II ( AP II ), Rhenald memperlihatkan bagaimana perusahaan industri penerbangan ini mampu mengaplikasikan business agility ( ketangkasan bisnis) . Semua berawal  dari peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004. Bencana yang meluluhlantakkan seluruh Aceh telah menguji ketangkasan pimpinan dan karyawan, terutama di Bandara Sultan Iskandar Muda ( Aceh ). Mereka mampu bekerja sama, mengorganisasi diri sendiri, dan bertahan dalam situasi chaos. Semua tim bekerja secara all out, spartan, tanpa memikirkan diri sendiri, pada hal beberapa karyawan kehilangan keluarganya  dalam bencana tersebut. Dalam perkembangannya kini, AP II bisa mencapai tahap seperti sekarang karena mempunyai SDM yang memiliki personal agility, leadership agility, strategic agility, operational agility, innovation agilit, dan juga portfolio agility. ( RPS/LITBANG KOMPAS )