Memilih Berpihak pada Rakyat Jelata

Sumber: Kompas | Sabtu,24 Juni 2017

Memilih Berpihak pada Rakyat Jelata

Meskipun seorang pastor, YB Mangunwijaya dikenal sebagai tokoh gerakan sosial yang ikut memperjuangkan demokrasi, penegakan keadilan, dan pembelaan martabat manusia. Dia salah satu tokoh yang berani bersikap kritis terhadap rezim Orde Baru, lantang berpihak pada kaum miskin.

Kepedulian Romo Mangun terhadap rakyat kecil ditunjukkan dengan keterlibatan berjuang langsung bersama mereka. Sejarah mencatat bagaimana Romo Mangun gigih membela warga korban pembangunan Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah. Bersama beberapa aktivis lain, ia meneruskan pendidikan bagi anak-anak korban pembangunan waduk, yang sekolahnya mulai digenangi air. Ia tak menyerah meski aparat menghalanginya masuk ke Kedung Ombo.

Romo Mangun memang sangat peduli pada pendidikan anak-anak, khususnya dari keluarga miskin. Baginya pendidikan adalah sarana atau jalan pemerdekaan, yang memungkinkan anak-anak bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Bersama aktivis pendidikan dan Kelompok Kompas Gramedia, Romo Mangun mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar di Yogyakarta, yang berfokus pada karya pelayanan pendidikan dasar alternatif.

Dari buku Saya Ingin Membayar Utang kepada Rakyat (Penerbit Kanisius, 1999), Romo Mangun mengungkapkan alasannya berpihak pada rakyat jelata. Pertama karena tugasnya sebagai pastor Gereja Katolik di Asia menjalankan karya pelayanan option for the poor. Kedua, pengalaman hidup saat perang gerilya yang tak pernah lupa bahwa rakyat desa banyak berperan dan berkorban menyelamatkan dirinya sebagai tentara republik.