Sampah Buku Menjadi Sumber Inspirasi

Sumber: Kompas | Senin, 22 Januari 2018

TURKI

Sampah Buku Menjadi Sumber Inspirasi

Mengapa orang tegamembuang barang yang bisa menjadi makanan jiwa?” pikir petugas sampah Serhat Baytemur (32) di Cankaya, Turki, ketika melihat tumpukan buku bekas teronggok di jalan.

Setiap hari, saat ia dan rekan rekannya membersihkan tong-tong pembuangan, selalu ada sampah buku. Baytemur yang bermimpi memiliki perpustakaan di rumahnya, menyisihkan buku-buku itu. Rekan-rekannya mengikutinya.

 Lama kelamaan, buku yang terkumpul mencapai ribuan. Departemen Sanitasi, tempat petugas kebersihan bekerja, kemudian mendiskusikan nasib buku-buku itu dan mendapat perhatian dari Wali Kota Cankaya Alper Tasdelen. ”Kami membahas rencana pembuatan perpustakaan. Ketika semua pihak mendukung, proyek itu kami wujudkan,” kata Tasdelen, dikutip CNN, 16 Januari 2018.

Sebagai lokasi perpustakaan, pilihan jatuh pada bekas pabrik yang sudah terbengkalai 20 tahun. Ruangan pabrik yang dindingnya dari batu bata dan berbentuk seperti terowongan kini dipenuhi rak-rak kayu.

Sebanyak 6.000 buku disusun dalam 17 kategori. Ada seksi untuk anak-anak, meliputi buku bergambar dan komik. Ada buku ilmiah untuk mahasiswa, novel percintaan. Ada pula area berisi buku bahasa Inggris dan Perancis untuk wisatawan. Penulisnya bervariasi. Ada penulis Turki peraih Nobel Kesusasteraan, Orhan Pamuk. Ada pula JK Rowling, Charles Dickens, JRR Tolkien, sampai EL James, penulis buku khusus dewasa, Fmy Shades of Grey.

Awalnya, perpustakaan hanya ditujukan bagi keluarga petugas kebersihan, tetapi kini terbuka untuk umum dan beroperasi 24 jam. Perpustakaan itu juga memiliki pustakawan yang digaji dewan kota, yaitu Eray Yilmaz (20), dan manajer, Emirali Urtekin. Pengunjung dapat bersantai di lounge. Tersedia meja dengan papan catur, Warung kopi, dan tempat potong rambut. Ada juga pertunjukan musik berkala Tin Group yang beranggotakan 11 petugas kebersihan. Alat musik mereka tong dan besi bekas.

Warga kini beramai-ramai mendonasikan buku. Ada 1.500 buku tambahan yang belum ditata. Sekolah, penjara, dan program pendidikah menjalin kerja sama dengan perpustakaan ini.

Menurut Yilmaz, ada 147 buku yang sudah dipinjam dari perpustakaan, yang anggotanya antara lain 700 petugas kebersihan. ”Membaca buku membuat wawasan kian luas dan mendorong ide-ide baru. Hal ini membuat orang lebih dari sekadar bahagia Saya juga meminjamkan buku untuk ibu saya,”ucap Yilmaz.

Malik Ecran, karyawan difabel, rutin membawakan buku bagi istri dan anak-anaknya. Warga dari luar Cankaya juga datang ke perpustakaan ini. ”Sepupu saya di Provinsi Sivas datang ke sini karena mendengar berita soal-perpustakaan ini. Mereka ingin melihatnya langsung,” tutur Ecran.  (AFP/MYR)