Ruang Belajar di Bidang Ketukangan

Sumber : Kompas/klasika/ Senin, 30 April 2018

Ruang Belajar di Bidang Ketukangan

 

Tentu kita akrab dengan stereotip ini: ekonstruksi dan ketukangan adalah lahan berkiprah laki-laki. Department of Labor AS pada 2014 merilis laporan, dari seluruh tenaga kerja di bidang konstruksi atau ketukangan, perempuan hanya mencatatkan,kontribusi 1,7 persen.

DI INDONESIA, kita bisa menganggap kondisinya takjauh berbeda. Pekerjaan di bidang konstruksi didominasi sebagian besar laki-laki. Barangkali bukan karena perempuan tidak mampu, tetapi lantaran kurang terbukanya kesempatan secara sosial untuk belajar menukang. Di AS, desainer Emily Pilloton mencoba meretas keterbatasan  itu dengan mendirikan sekolah desain, ketukangan, dan konstruksi untuk umum.

Emily percaya, kemampuan di bidang desain akan banyak membantu seseorang untuk berpikir strategis, memenuhi kebutuhan praktis sehari-hari, dan memecahkan problem sosial yang nyata. Pada 2008, ia menggagas berdirinya Project H Design. Kegiatannya semacam kursus desain dan ketukangan, yang sekarang juga menjadi bagian dari kurikulum di sejumlah sekolah.

Pada 2010, Project H direlokasi dari San Fransisco ke wilayah pedesaan Bertie County. Di Bertie, Emily menemukan tak satu pun penduduk menguasai kemampuan desain atau arsitektur, yang dalam keseharian sebenarnya amat mereka perlukan. Hasilnya, sejak didirikan pada 2008, sudah lebih dari 800 anak-anak dan remaja dengan rentang usia 9-17 tahun yang berpartisipasi dalam program belajar desain dan teknik bangunan. Yang menggembirakan, anak-anak perempuan pun menjadi berani belajar dan mampu menguasai kemampuan yang mumpuni.

Untuk lebih memicu semangat belajar anak-anak perempuan dan menjadikan mereka pakar di bidang ini, pada April 2016 Project H meluncurkan proyek Girls Garage. lni adalah studio menukang para perempuan. Para gadis kini membuat beragam karya, seperti patung metal dan Furnitur untuk rumah singgah lokal.

Tak hanya lebih. terampil, anak-anak dan remaja perempuan kini lebih berdaya. Sejak Girls Garage diluncurkan, lebih dari 200 perempuan lebih tertarik dalam bidang desain dan ketukangan, 91 peserta perempuan merasa lebih kreatif dan percaya diri, dan 85 persen mengaku tertarik untuk memasuki jurusan STEM (Science, Technologi, Engineering and Mathematics) di perguruan tinggi. Project H telah berhasil mewujudnyatakan slogan Girls Garage: we teach girls to fear less and build more. [*/ NOV]