Closing Setiap Hari Dari Instagram

Closing Setiap Hari Dari Instagram

Pertama kali saya memutuskan untuk berjualan online pada tahun 2009. Hanya bermodalkan coba-coba dan tanpa ilmu, saya memulai bisnis online saya. Saat itu, saya menjual produk fashion baby and kids. Saat itu, saya sudah punya banyak reseller bermodalkan grup BBM yang anggotanya saya dapatkan dari relasi dan teman-teman dekat. Hanya saja reseller saya tidak saya edukasi dan saya hanya rnenjual dan menjual tanpa membagikan ilmu.

Lambat laun, grup reseller itu bubar jalan dan satu per satu   anggotanya pergi.

Tapi saya tidak patah semangat, saya terus menjalankan usaha tersebut walaupun sebenarnya saya sudah sadar akan tanda-tanda kerugian yang membayangi usaha itu.

Bukan jenis produk dan bidang usahanya yang salah, apalagi bila saya melihat toko online pesaing yang menjual barang yang sama seperti yang saya jual dulu sampai saat ini ternyata tetap berdiri, bahkan semakin besar.

Jadi, apa yang salah, Mbak???

Yang salah adalah owner-nya tidak punya ilmu dan tidak konsisten dalam menjalankan bisnisnya.

Saya sempat terpuruk lho, dan lama sekali akun instagram yang dulu saya gunakan untuk baby shop saya biarkan begitu saja. Ngeri!

Sudan rugi puluhan juta, rasanya lesu duluan jika harus mengulang kernbali.

Tetapi, untungnya selama keterpurukan itu saya tidak berdiam diri. Saya belajar dari banyak pihak dan berbagai macam media. Saya juga menganiati tren penjualan melalui media sosial mana yang paling berpengaruh dan mempelajari bagaimana Cara menjalankannya, walaupun saya belum tanu produk apa yang nantinya akan saya jual.

Mengapa saya memilih instagram sebagai media penjualan?

Awal mula saya memutuskan untuk rnembuat satu akun onlineshop @magentahijab ini, sebenarnya modal nekat, apalagi dibayang-bayangi dengan kerugian sebelumnya. Karena usaha pertama saya bergerak di bidang fashion anak dan bayi, maka produk yang pertama kali saya buat saat itu adalah kaftan set hijab anak. Saat itu rnornenturnnya bulan Ramadhan tahun 2014.

Dengan rnemperhatikan onlineshop-onlineshop besar lainnva diinstagrarn, sedikit derni sedikit saya memahami bagaimana cara membuat postingan di instagram agar bisa menarik perhatian followers Saya rnenerapkan sistem ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

Modifikasi  di sini sangat penting karena saya tidak ingin jika followers rnenganggap akun instagram saya hanya ikut-ikutan jualan. Saya meletakkan ”rasa" di situ karena saya sangat-sangat rnenyadari bahwa akun instagram saya adalah satu-satunya penunjang penjualan saya pada saat itu clan sangat penting bagi saya agar rnernbuat “rasa” yang saya letakan pada akun instagram tersebut sampai kepada calon customer saya.

Bagaimana caranya??

Caranya simpel.

Pertama, saya tidak lagi melakukan foto produk di Iantai, dengan ujung ibu jari kaki yang terlihat sedikit dibagian bawah foto. Hayooo, siapa yang masih begini, ngacunggg!! Tidak boleh, yaa...

hahaha ....

Saya tidak Iagi upload dengan caption asal-asalan dan hanya sekedar menuliskan keterangan produk saja tanpa disertai harga barang maupun Contact person yang jelas. Lalu, saya pun memperhatikan hashtag yang digunakan oleh toko online yang menjual barang serupa.

Saat itu, saya rnembuka pemesanan kaftan anak ini dengan sistem PO (pre order) dan di luar perkiraan, dari foiiowers saya yang hanya sekitar 300 orang, saya bisa closing 100 set kaftan anak. Lumayan banget, ya! Bukan lumayan lagi Saat itu untuk saya, tapi Alhamdulillah bangett.

Akhirnya, saya melihat dan menyadari bahwa ada peiuang yang sangat besar jika saya memanfaatkan Instagram dengan Cara yang benar.

AWAL BERDIRINYA MAGENTAHIJAB

Saat saya membuat PO kaftan anak seperti yang saya ceritakan di atas, saya tidak memiliki modal yang besar, apalagi setelah saya rugi sebelumnya. Oleh karena itu, saya menerapkan sistem PO dan down payment-nya (DP) saya gunakan sebagai modal produksi.

Awal berdirinya   Magentahijab pada dasarnya karena sering sekali mengamati foto-foto hijaber-hijaber di lnstagram, Memfollow akun-akun selebgram (selebritis Instagram) yang berhijab, dan bergumam sendiri dalam hati, 'bajunya bagus-bogus banget, ya. Pasti mahal!!’ Lalu, entah bagaimana, tiba2 saya terpikir kenapa saya tidak buat saja sendiri hijab seperti itu. Akhirnya saya mencoba membuat untuk diri saya sendiri dulu, ternyata bagus dan layak jual.

Saya berpikir kalau ini bisa banget saya jadikan usaha baru saya. Bermula dari ketertarikan saya pada hijab dan baju-baju muslim itu, akhirnya saya memutuskan untuk memproduksi hijab bermodalkan satu orang penjahit. Saat itu, satu kali produksi saya hanya berani membuat 12 hijab.

Seiring dengan berkembangnya usaha saya, saya tergerak untuk belajar menjahit dan memutuskan untuk mengikuti kursus jahit agar setidaknya saya tidak benar-benar buta dalam proses produksi dan bisa menyelami Iebih jauh apabila nantinya ada kendala yang saya temukan di proses produksi.

Eits, tapi jangan dikira mudah, ya! Saat saya ingin kursus mejahit ini, anak kedua saya baru berumur 1 tahun yang notabene sangat membutuhkan perhatian dari ibunya. Saya sampai mendatangkan ibu saya dari luar kota untuk membantu mengawasi bayi saya.

Pada saat konsisten produksi pun, otomatis pembelian bahan mentah juga harus rutin. Pada Saat itu, suami saya masih berkerja di Salah satu perusahaan sehingga mau tidak mau akhirnya mengharuskan saya berbelanja dengan membawa 2 orang balita. Dulu saya tidak memiliki asisten rumah tangga sama sekali, lho. Apa saya patah semangat dan mengeluh? Tidak sama sekali, karena saya yakin, apabila saya konsisten dan serius, usaha ini pasti akan membuahkan hasil yang maksimal.

Keyakinan saya pun sekarang membuahkan hasil. Seiring dengan pertumbuhan followers pada akun instagram saya, permintaan terhadap barang pun semakin mengingkat. Sekarang dalam satu kali produksi, saya minimal memproduksi 200 hingga 500 buah hijab yang bisa habis terjual dalam waktu hanya beberapa menit saja.

Jadi, perlu diingat bahwa tidak ada yang instan. Untuk sampai di penjualan yang menurut saya luar biasa ini, saya pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya, setelah 1,5 tahun bisnis ini berjalan saya baru merasakan kestabilan dalam usaha saya. Kunci awalnya hanya satu, KONSISTEN!!

Sekarang, dalam 1 bulan Magentahijab mampu menjual hingga 2.000 barang, baik itu melalui penjualan langsung maupun reseller.

Anda pasti mau kan, punya omzet penjualan seperti saya? Yuk, pelajari tekniknya, mulai bisnisnya Sekarang, ya! Jangan nanti- nanti!

RAHASIA BERHASIL CLOSING SETIAP HARI DARI INSTAGRAM.

Gimana ya, rahasianya untuk berhasil closing setiap dari dari lnstagram?

Kuncinya adalah KON-SIS-TEN!!!

Konsisten upload konten, konsisten bikin caption yang menarik, konsisten follow up customer yang sudah bertanya-tanya, konsisten keluarin produk yang menarik, konsisten promosi, konsisten menjaga kualitas produk.

"Nah, terus gimana caranya untuk bisa konsisten, Mbak? Sementara teknik menggunakan Instagram saja saya belum tahu??"

Oke, tenang, tips dan triknya akan kita kupas satu per satu di dalam buku ini. Penasaran? Kalau iya, yuk, kita belajar dan jangan Iupa untuk langsung praktik, ya ....